close
Lompat ke isi

Khalid bin Yazid

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Infobox orangKhalid bin Yazid

Suntingan nilai di Wikidata
Nama dalam bahasa asli(ar) خالد بن يزيد بن معاوية Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran655 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata
Kekhalifahan Umayyah Suntingan nilai di Wikidata
Kematian704 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata (48/49 tahun)
Damaskus Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslam Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiAlkimia Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaankimiawan, alchemist (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
KonflikPertempuran Maskin Suntingan nilai di Wikidata
Lain-lain
Gelar bangsawanPangeran Kesalahan: waktu tidak sah. Kesalahan: waktu tidak sah. (Kesalahan: waktu tidak sah. Kesalahan: waktu tidak sah.) Suntingan nilai di Wikidata
Pasangan nikahRamlah binti Zubair Suntingan nilai di Wikidata
Orang tuaYazid bin Muawiyah Suntingan nilai di Wikidata, Fakhitah binti Abi Hasyim Suntingan nilai di Wikidata
SaudaraMuawiyah bin Yazid, Atikah binti Yazid dan Abdullah bin Yazid bin Muawiyah Suntingan nilai di Wikidata
KerabatAbu al-Umaitir as-Sufyani (cucu laki-laki) Suntingan nilai di Wikidata

Abu Hasyim Khalid bin Yazid bin Muawiyah bin Abu Sufyan adalah seorang pangeran Banu Umayyah, pernah menjadi kandidat khalifah dan selanjutnya menjadi seorang panglima di bawah khalifah Abdul Malik bin Marwan. Sebagai putra Khalifah Yazid bin Muawiyah dan adik Khalifah Muawiyah bin Yazid, Khalid didukung oleh beberapa faksi pro-Umayyah (terutama suku Banu Kalb dan Kindah) untuk menggantikan kakaknya, Muawiyah bin Yazid (dikenal juga dengan Muawiyah II).

Muawiyah bin Yazid meninggal pada 684 dan saat itu pecah Perang Saudara Islam II yang mengakibatkan jatuhnya sebagian besar wilayah Muslim ke tangan Abdullah bin Zubair yang juga mengangkat dirinya sebagai khalifah. Marwan bin al-Hakam menggeser Khalid sebagai khalifah Umayyah selanjutnya, dan setelah Perang Saudara Islam II berakhir, Khalid menjadi seorang pejabat dan panglima di bawah kekuasaan khalifah Abdul Malik bin Marwan.

Kelak muncul juga legenda bahwa Khalid adalah seorang alkimiawan. Walaupun tidak berdasarkan catatan sejarah apapun, legenda ini sampai ke Eropa dengan nama Latin "Calid".

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]
  • Ahmed, Asad Q. (2010). The Religious Elite of the Early Islamic Ḥijāz: Five Prosopographical Case Studies. Oxford: University of Oxford Linacre College Unit for Prosopographical Research. ISBN 978-1-900934-13-8.
  • Hawting, G.R., ed. (1989). The History of al-Ṭabarī, Volume XX: The Collapse of Sufyānid Authority and the Coming of the Marwānids: The Caliphates of Muʿāwiyah II and Marwān I and the Beginning of the Caliphate of ʿAbd al-Malik, A.D. 683–685/A.H. 64–66. Seri SUNY dalam Studi Timur Dekat. Albany, New York: State University of New York Press. ISBN 978-0-88706-855-3.
  • Ullmann, M. (1978). "Khālid b. Yazīd b. Muʿāwiya". Dalam van Donzel, E.; Lewis, B.; Pellat, Ch. & Bosworth, C. E. (ed.). Encyclopaedia of Islam. Volume IV: Iran–Kha (Edisi 2). Leiden: E. J. Brill. hlm. 929–930. OCLC 758278456.