close
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rossa Merinding "Berduet" dengan Broery Marantika

Kompas.com, 30 November 2011, 21:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Vokalis Rossa berkisah, ia merasa merinding ketika menjalani rekaman lagu "Jangan Ada Dusta di Antara Kita", yang "diduetkannya" dengan penyanyi legendaris (mendiang) Broery Marantika. 

Pemilik nama lengkap Sri Rossa Roslaina Handiyani ini merilis album The Best of Rossa (2011), yang berisi 14 lagu--tiga lagu baru dan 11 hit radio. "Untuk album the best kali ini dipilih lagu terbaik yang pernah hit di radio dan terpilih 11 lagu. Tapi, saya tetap keluarkan tiga lagu baru," terang Rossa dalam jumpa pers peluncuran album The Best of Rossa di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (30/11 2011).

Album itu istimewa bagi Rossa, karena ia merekam ulang dengan aransemen baru lagu "Jangan Ada Dusta di Antara Kita", yang pernah dipopulerkan oleh duo (mendiang) Broery Marantika dan Dewi Yull. Menurut Rossa, pemilihan lagu tersebut memiliki makna khusus untuk dirinya. "Kenapa lagu ini? Karena, yang menyanyikan itu seorang Broery. Tidak bisa dibantahkan lagi, Om Broery itu vokalnya, kharismanya, kuat sekali. Saya juga pengin menampilkan sesuatu yang baru dengan aransemen baru, tapi dengan karakter vokal Om Broery," jelasnya.

Rossa mengaku, ia sempat bingung dalam mengolah lagi lagu yang untuk kali pertama dirilis pada 1996 tersebut. Untung ada pemusik-pemusik Andi Rianto dan Irfan Nad yang membantunya. "Saya bilang ke Mas Andi, 'Saya mau suara saya benar-benar 'kawin' dengan Om Broery', tapi saya jadi bingung juga, gimana nyanyinya, dan saya beruntung punya Irfan Nad, yang selalu membantu saya mengaransemen lagu di setiap album saya," cerita Rossa. "Selain itu, lepas dari karakter vokal Dewi Yull juga sulit. Tapi, saya beruntung, karena karakter vokal saya sama Dewi Yull itu mirip," lanjut pemilik vokal sopran ini.

Setelah aransemen selesai, rekaman pun dijalani oleh Rossa. Rossa mengungkapkan, proses itu membuatnya merasa merinding. "Di dalam studio saya matikan lampunya, dan saya dengarkan suara Om Broery, dan saya merasa merinding sekali, karena saya benar-benar merasakan apa yang Om Broery rasakan ketika itu. Jadi, saya seperti benar-benar nyanyi bersama, seperti saat sama Pasha (vokalis band Ungu) di lagu 'Atas Nama Cinta'," kisah mantan istri Yoyok, drummer grup PADI, ini.

Bagi Rossa, klip video "Jangan Ada Dusta di Antara Kita" versi Rossa-Broery, yang disutradarai oleh Abimael Gandy, pun bagai menghadirkan kembali Broery. Jadi, seperti klip video lagu "Unforgettable", yang "memertemukan" kembali penyanyi AS Natalie Cole dengan ayahnya, vokalis legendaris Nat King Cole, yang telah tiada. "Saya terima kasih buat Gandy, yang memberikan hatinya buat video clip ini. Saya selalu terlihat lebih cantik, tapi yang pasti (klip video) ini mengingatkan kita ke sosok legendaris Broery," ucapnya. "Ini belum pernah dilakukan di Indonesia, kolaborasi dengan orang yang sudah meninggal," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
ASDP Mulai Operasikan Kembali Penyeberangan Perintis di NTT Mulai Hari Ini
ASDP Mulai Operasikan Kembali Penyeberangan Perintis di NTT Mulai Hari Ini
Ekbis
AS Gempur Iran Sembilan Malam Berturut-turut, Korban Terus Bertambah
AS Gempur Iran Sembilan Malam Berturut-turut, Korban Terus Bertambah
Ekbis
Kemenhub Pastikan Seluruh Angkutan Perintis Tetap Beroperasi hingga Akhir 2026
Kemenhub Pastikan Seluruh Angkutan Perintis Tetap Beroperasi hingga Akhir 2026
Ekbis
Promo Lawson 20 Juli 2026, Beli 1 Gratis 1 dan Cashback Rp 15.000 Tiap Sabtu
Promo Lawson 20 Juli 2026, Beli 1 Gratis 1 dan Cashback Rp 15.000 Tiap Sabtu
Belanja
Harga Emas Antam Hari Ini 20 Juli 2026 Turun, Cek Daftar Terbarunya
Harga Emas Antam Hari Ini 20 Juli 2026 Turun, Cek Daftar Terbarunya
Ekbis
Survei Halodoc: ISPA Dominasi Pekerja Muda, Penyakit Jantung dan Kanker Meningkat di Usia 50 Tahun
Survei Halodoc: ISPA Dominasi Pekerja Muda, Penyakit Jantung dan Kanker Meningkat di Usia 50 Tahun
Ekbis
Dunia Mulai Kurangi Ketergantungan Minyak pada Selat Hormuz
Dunia Mulai Kurangi Ketergantungan Minyak pada Selat Hormuz
Ekbis
Konflik AS-Iran Pecah Lagi, Harga Minyak Tembus 90 Dollar AS per Barrel
Konflik AS-Iran Pecah Lagi, Harga Minyak Tembus 90 Dollar AS per Barrel
Ekbis
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 20 Juli 2026: Galeri 24 hingga UBS
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 20 Juli 2026: Galeri 24 hingga UBS
Ekbis
Kabel Semrawut Disulap Jadi Sumber PAD, Tanjungpinang Targetkan Rp 9,1 Miliar
Kabel Semrawut Disulap Jadi Sumber PAD, Tanjungpinang Targetkan Rp 9,1 Miliar
Ekbis
Blue Bird Tambah Innova Zenix untuk Kejar Pelanggan Premium
Blue Bird Tambah Innova Zenix untuk Kejar Pelanggan Premium
Ekbis
IHSG Diprediksi Menguat, Investor Ritel Bisa Cermati Saham ADRO, ESSA, TLKM, hingga EXCL
IHSG Diprediksi Menguat, Investor Ritel Bisa Cermati Saham ADRO, ESSA, TLKM, hingga EXCL
Ekbis
Perang Timur Tengah Memanas, Analis Prediksi Dollar AS Menguat, Nasib Rupiah?
Perang Timur Tengah Memanas, Analis Prediksi Dollar AS Menguat, Nasib Rupiah?
Ekbis
Promo Super Indo 20 Juli 2026, Beli 2 Cairan Pencuci Piring Jadi Rp 7.500 Per Botol
Promo Super Indo 20 Juli 2026, Beli 2 Cairan Pencuci Piring Jadi Rp 7.500 Per Botol
Belanja
Bitcoin Rebound ke 64.700 Dollar AS, Pasar Menanti Keputusan The Fed
Bitcoin Rebound ke 64.700 Dollar AS, Pasar Menanti Keputusan The Fed
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau