catatan pena
Catatan pena
Ada kepuasan tersendiri saat saya mampu menyelesaikan sebuah puisi. Mungkin itu disebabkan oleh keseriusan saya menyanyangi seseorang. Hingga hal itu bisa saya jadikan motifasi untuk berkreatifitas yang positif.
Dalam menciptakan puisi bayak keterbatasan jumlah kata dan penekanan ekspresi yang menjadi kendala untuk bisa menjadi puisi yang utuh. Oleh karena itu saya butuh motifator, sehingga puisi yang proses penciptaannya memerlukan suasana dan konsentrasi yang tinggi bisa menjadi “ buku seni “ yang merangkum seluruh rasa, jiwa dan hatiku.


semoga seseorang itu tetap menjadi inspirasi dan semangat yang mampu menjadikan hidup lebih berwarna, lebih indah dan lebih berguna bagi banyak orang…
4 September 2010 pukul 19:12