DIMISIONERKU…

Sebenarnya saya bingung mau meberikan judul apa tapi saya paksakan saja judulnya Dimisionerku….hehe

Hari ini saya secara resmi didimisioner dari ketua dewan syuro sebuah lembaga bela diri yang ada dikampus, banyak sekali suka maupun duka karena mungkin ini terakhir kali saya menjabat sebuah amanah di kampus. Ada irisan perasaan antara senang dan sedih menjadi satu, senang karena akhirnya amanah ini sudah berakhir dan sedih karena banyak sekali hal-hal yang belum direalisasikan dan diwujudkan karena kelemahan dan kelalaian diri.

Tapi setidaknya ada beberapa hal yang menjadi pelajaran hidup kedepannya yang coba saya sharingkan dalam catatan kecil ini

1.       Jadi lebih tahu kemampuan diri

Memang ada orang yang mempunyai kemampuan alami yang sudah diberikan oleh Allah Swt, tetapi ada juga orang yang harus berusaha lebih untuk meningkatkan kemampuannya. Ada pendapat yang menggelitik karena ada komentar dari pengamat sepak bola tentang dua pesepak bola profesional terkenal yaitu Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Pengamat itu mengatakan kalau Lionel Messi itu mempunyai skill yang luar biasa itu karena sudah mempunyai bakat sedangkan Cristiano Ronaldo mempunyai skill karena dari latihan yang luar biasa. Terlepas dari benar atau tidaknya pendapat itu yang ingin saya tekankan adalah segalanya harus dicoba untuk bisa mengukur kemampuan diri, saat kita tidak mau mencoba sebenarnya kita sudah menyia-nyiakan momentum untuk mengetahui kemampuan diri kita yang sebenarnya.

Saya sendiri pernah beberapa kali mengalami sebuah amanah yang cukup berat tapi setalah dijalani semua itu bisa dilewati, dan setiap kali dilewati terasa ada kemampuan ataupun ilmu yang bertambah. Setelah dicoba kita dapat mengintropeksi kelebihan dan kekurangan kita. Baca lebih lanjut

Keberanian bisa ditumbuhkan dengan Ilmu

Sebenarnya takut sendiri merupakan keadaan psikologis yang ada dalam diri dan keadaannya belum tentu terjadi dengan apa yang kita takuti, sebagai contoh kita takut untuk melewati jalan tersebut karena  ada anjing padahal belum tentu disana ada anjing. Boleh jadi dengan rasa takut tersebut kita telah menyia-nyiakan kesempatan atau jalan yang lebih baik.

Memang faktor rasa takut itu bisa berakumulasi dari karakter yang terbentuk lama ataupun bisa jadi disebabkan oleh kurangnya ilmu yang ada dalam diri. Nah disini saya mencoba sharing tentang rasa takut yang disebabkan oleh kurangnya ilmu didalam diri. Sebagai contoh lagi, kalau dicerita kita takut ada anjing nah dicerita ini kita takut melewati jalan tersebut karena suka ada preman, akan tetapi rasa takut itu akan berkurang kalau kita mempunyai ilmu bela diri, karena dengan kita mempunya ilmu yang menjaga diri kita jadi lebih siap dengan berbagai kemungkinan dan resiko yang ada.

Dan contoh lagi yang mungkin sering kita alami saat sekolah ataupun saat menjadi mahasiswa, sering kita alami kalau kita tidak belajar ataupun belajarnya kurang maksimal rasa takut dalam menghadapi ujian itu lebih besar dibandingkan dengan orang yang sudah belajar dan mempersiapkan dengan baik buat ujian tersebut. Begitupun saat berbicara tanpa bekal dan pengetahuan memadai bisa jadi kita gemetar atau bahkan tidak bicara sama sekali karena kurangnya ilmu dalam diri.

Umar bin Khattab pernah berkata “amal tanpa ilmu itu lebih banyak merusak daripada memperbaiki”. Pengalaman sayapun seperti itu saat saya membandingkan dengan pengalaman dulu dan sekarang akhirnya saya menarik kesimpulan salah satu syarat untuk meningkatkan keberanian adalah dengan ilmu.

Dan sebagai seorang pemimpin syarat keberanian ini harus ada karena kalau tidak ada rasa keberanian dalam diri bagaimana dia memimpin orang lain saat dihadapkan dalam mengambil keputusan yang pelik. Karena seorang pemimpin pasti akan mengalami tekanan baik itu dari kawan ataupun lawan, dan kita harus berani mengambil sikap mana yang baik, mana yang kurang baik dan itu semua membutuhkan ilmu yang memadai.

Sharing Memilih Sepeda

Saya mau sedikit sharing tentang sepeda, bagaimana pertimbangan saya memilih sepeda. Seperti yang sudah kita ketahui sepeda merupakan alat transportasi yang populer belakangan ini, banyak variabel yang mempengaruhinya terutama karena dengan bersepeda bisa menunjang kebugaran, sebagai alternatif karena polusi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, sehingga bagi orang yang menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan akan memilih yang ramah lingkungan, lebih murah perawatannya dan banyak faktor lainnya.

Karena saya sekarang masih tinggal di daerah Bandung, dan karena Bandung sendiri terkenal dengan daerah pegunungannya makanya kurang asyik rasanya kalau tidak punya sepeda sebagai alat transportasi yang multifungsi :D

Seperti yang kita ketahui jenis sepeda sendiri bermacam-macam dan disesuaikan dengan medan di daerah kita.

1. Daerah perkotaan

Kalau daerah kita di perkotaan atau daerah yang jalannya mulus tapi terkadang ada jalan yang sedikit kasar lebih cocok menggunakan sepeda dengan tipe hybrid. Jadi sepeda ini adalah sepeda yang memadukan dua unsur yaitu unsur sepeda roadbike atau sepeda balap dan mountai bike (MTB) atau sepeda gunung. Saat saya lihat-lihat di toko sepeda jenis hybrid desainnya tidak jauh beda dengan mountain bike tapi bannya lebih kecil jadi lebih cepat kalau dikayuh di jalanan, sebenarnya saya sendiri berniat membeli sepeda jenis ini tapi karena ada faktor lain makanya saya mengurungkan niat itu.

2. Daerah pegunungan

Kalau didaerah kita pegunungan lebih cocok menggunakan sepeda mountain bike (MTB) yang biasanya lebih kuat dan kekar tapi lebih berat juga dan bannya lebih besar dengan tekstur lebih kasar. Sepeda mountain bike pun dibagi lagi berdasarkan jenis medannya :

a. Sepeda Lintas Alam (XC)

Sepeda lintas alam atau XC sepeda yang dirancang khusus untuk melintasi alam dengan medan ringan hingga sedang dan biasanya hanya menggunakan suspensi depan untuk mengurangi benturan-benturan kecil.

b. Sepeda All Mountain Bike

Jenis sepeda ini didesain untuk melintasi pergunungan dan perbukitan yang mempunyai medan berat dengan bebatuan dan jalan-jalan yang kasar. Dengan medan yang seperti itu karena itulah jenis sepeda ini biasanya full suspension yang berarti suspensinya depan dan belakang untuk meminimalisir benturan-benturan.

c. Sepeda Downhill

Sepedan downhill adalah sepeda yang dirancang untuk menuruni pegunungan atau perbukitan, dengan desain yang lebih kokoh, stabil dan dirancang untuk bisa bermanuver di medan-medan yang eksterm.

3. Untuk Balapan

Sepeda Balap atau bisa juga disebut dengan Road Bike dan sesuai dengan namanya sepeda ini digunakan untuk balapan dengan desain yang ringan dan ban yang lebih kecil memungkinkan sepeda ini bisa lebih kencang dijalanan beraspal. Baca lebih lanjut

Menanti Shalaudin Al Ayubi Jilid II

Menurut Ibnu Khaldun (1332-1406) peradaban seperti mahkhluk hidup yang memiliki umur. Ia bermula dari fase kelahiran, remaja, menua lalu mati. Dan kalau kita mau berpikir dan merenungkan sejarah kehidupan ini apa yang dikatakan oleh Ibnu Khaldun bisa kita amati. Kita tengok saja masa prasejarah Islam, dimana Islam dihimpit oleh dua imperium besar yaitu Persia dan Romawi. Dari sebuah suku atau kabilah yang tidak diperhitungkan secara geografis dan dengan kebiasaan kaum yang suka berperang dan tidak bermoral, tapi Islam bergerak secara luar biasa dengan menyatukan kabilah-kabilah dan menggantikan keterikatan suku atau keturunan dengan sebuah ikatan yang luar biasa yaitu aqidah keimanan kepada Allah Swt. Dan peradaban Pesia maupun Romawi sudah tidak ada yang ada adalah bekas-bekas peniggalannya.

Di dalam perjalanannya mulai dari masa Kenabian Muhammad Saw, Khulafaur Rasyidin, Bani Umayah, Bani Abbasiyah sampai kepada kekuasaan Turki Utsmani, Islam sudah menyumbangkan sebuah tatanan peradaban yang luar biasa mulai dari dimensi sosial, politik, militer, edukasi dan lain-lain.

Tapi sudah sunatullah bahwasanya perubahan dan kemajuan merupakan keniscahyaan dalam sebuah peradaban. Firman Allah: Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran). QS. Ali Imran: 140

Direntang peradaban Islam sampai sekarang kita melihat sosok menyejarah seperti Shalaudin Al Ayubi yang membebaskan Al Quds atau Palestina. Begitu banyak sumber-sumber yang menceritakan kehidupan beliau. Walaupun beliau sebagai seorang panglima besar Islam tetapi beliau juga seorang ulama yang mempunyai pengetahuan yang luas.

Pada peridoe akhir pemerintahan Daulah Abbasiyah datanglah seorang sultan di syam yang tidak memberontak dan tunduk pada khlifah yang sah. Walaupun mempunyai kekuatan dan tentara yang besar yaitu Shalaudin Al Ayubi. Beliaulah yang membebaskan Al Quds dari pasukan salib yang terdiri dari berbagai kekuatan di eropa dan memenangkan sebuah pertempuran yang besar dalam perang Hittin di tahun 1187.

Shalaudin Al Ayubi selain dikagumi oleh Muslim, beliau juga mendapat reputasi dari kaum Kristen Eropa, kisah perang dan kepemimpinanya banyak ditulis dalam karya sastra dan puisi eropa, salah satunya adalah The Talisman (1825) karya walter scott. Baca lebih lanjut

Hikmah di Balik “Kekeringan”

Sebelumnya saya mau klarifikasi terlebih dahulu, kekeringan di sini bukan kekeringan dalam arti sebenarnya tapi kekeringan karena mesin air di kosan rusak. Ya air adalah sumber kehidupan yang sangat penting bagi makhluk hidup karena setiap makhluk hidup pasti membutuhkan air dan tubuh kita pun di susun lebih banyak oleh cairan.
Jadi ceritanya mesin air dikosan rusak dan otomatis mengganggu kestabilan dikosan, mulai dari mandi, nyuci dan apapun yang berhubungan dengan air jadi terganggu. Tapi karena saya termasuk penghuni lama dikosan itu dan kejadian ini bukan sekali dua kali saya alami jadi saya sudah bisa beradaptasi dengan kondisi seperti ini. Cuman yang jadi permasalahan adalah banyak teman-teman saya yang tadinya ngekost dekat kosan kosan saya karena mereka sudah ada yang menyelesaikan studinya jadi yang ada teman yang lumayan jauh jarak kosannya dari kosan saya. Yang kasihan adalah mereka yang baru ngekost dan belum terbiasa dengan situasi ini.
Tapi sebenarnya kalau saya rasakan banyak sekali hikmah dibalik kejadian ini, ya karena orang beruntung adalah orang yang bisa mengambil hikmah dibalik setiap kejadian. Walaupun kata orang itu musibah tapi kalau kita menyikapinya dengan bijaksana dan penuh keyakinan bahwasanya semua itu terjadi pasti ada pembelajaran.
Beberapa hikmah yang menurut saya sangat baik untuk dibiasakan dan semoga saja bisa diistiqomahkan walaupun kondisi sudah normal kembali. Dan hikmah yang pertama adalah kita rajin ke masjid dan shalat berjamaah, memang ada beberapa teman kosan yang memang rajin shalat berjamaah dan sebagai lelaki shalat berjamaah itu sangat penting sekali karena didalam shalat berjaah itu banyak sekali keutamaan dah hikmah yang Allah Swt berikan, tapi mungkin hanya sedikit yang menyadarinya tapi disini kita tidak membicarakan keutamaan dan hikmah shalat berjaah…hehe
Ya walaupun ada sebagian teman yang memang niat awalnya sekalian mandi ke masjid tapi semoga saja kita semua bisa merasakan kenikmatan shalat berjamaah sehingga walaupun kondisi sudah normal tetap ingin merasakan keutamaan shalat berjamaah.

Baca lebih lanjut

Surat Wisuda

ImageAssalamualakum Wr. Wb

Hari ini adalah hari yang bahagia sekaligus hari yang sedih, bahagia karena sahabatku ada yang sudah menyelesaikan studinya dan sedih karena kebersamaan kita tidak akan seperti dulu lagi.

Jujur selama ini saya tidak pernah membuat surat, tapi untuk kali ini saya memberanikan membuat surat buat sahabatku

Sahabatku… rasanya dunia kampus ini begitu indah. Di dunia inilah kita mulai belajar, belajar bermimpi, belajar memperbaiki diri dan belajar menjadi sahabat sejati.  Dan tahukah sahabatku sadar atau tidak sadar kalianlah orang-orang yang berjasa dalam hidup ini,

Bagiku… dikampus merupakan dunia yang baru, dunia yang penuh dengan keberagaman, dunia yang penuh pilihan dan dunia yang penuh perjuangan. Di satu sisi kita melihat mahasiswa sedang berdebat bahkan sampai menonjolkan urat, di satu sisi lagi kita melihat mahasiswa yang bergulat dengan pelajarannya , satu sisi lagi kita melihat mahasiswa yang sedang berteriak-teriak meneriakan aspirasinya dan bahkan satu sisi mahasiswa yang hanya berkutat dengan tongkrongannya.

Sahabatku…kalau dingat-ingat banyak sudah kebersamaan yang kita alami, dari yang suka bahkan duka. Dari mengejar-ngejar dosen dengan deadline tugas kuliah, sampai bergadang mengerjakan tugas besar. Tapi semuanya tidak terasa akhirnya kalian sudah wisuda…

Tahukah sahabat, saya masih ingat saat awal-awal kuliah, begitu polosnya kita, seperti ayam kehilangan induknya…haha
Kita diharuskan berkenalan sebanyak-banyaknya, kita harus bawa inilah-itulah. Sampai terkadang  berlari-lari pagi-pagi agar tidak telat tapi akhirnya kena push up juga. Di suruh merangkak di air yang dingin, malam2 harus bangun, sampai saya ingat saya tidur di rumput dan saat bangun basah semua kena embun….

Tapi itulah indahnya dunia kampus, kalau kata orang masa-masa indah adalah masa SMA tapi kataku masa-masa indah adalah masa kuliah, masa-masa bersama kalian Baca lebih lanjut

Antara Tahu da Paham

Assalamualaikum Wr Wb

Bismillah

Saya banyak memahami semua realitas yang ada dari pegalaman, dan tulisan ini pun saya ketengahkan karena saya tergelitik dengan teman saya yang tahu tapi seolah-olah paham dan pakar.

Kalau kita lihat dalam KBBI

ta·hu [1] v 1 mengerti sesudah melihat (menyaksikan, mengalami, dsb): ia — bahwa saya yg menolongnya; perkara mesin, dia lebih — dp saya; 2 kenal (akan); mengenal: ia tidak — akan sanak saudaranya lagi; 3 mengindahkan; memedulikan: ia sudah tidak mau — lagi kpd anaknya; 4 mengerti; berpengertian: siapa yg — apa maksud tanda ini?; 5 pandai; cakap: sedikit-sedikit saya — juga tt mesin; 6 insaf; sadar: dia tidak — akan kekurangannya; 7 cak pernah: petinju itu tidak — menang; adikku tidak — membolos; di asin garam, pb banyak pengalaman; – makan — simpan, pb dapat menyimpan rahasia baik-baik;

pa·ham 1 n pengertian: pengetahuan banyak, — nya kurang; 2 n pendapat; pikiran: – nya tidak bersesuaian dng — kebanyakan orang; 3 n aliran; haluan; pandangan: ia mempunyai — nasionalis; 4 v mengerti benar (akan); tahu benar (akan): sebenarnya saya sendiri tidak begitu — akan perkara itu; 5 a pandai dan mengerti benar (tt suatu hal): ia — bahasa Sanskerta; ia — dl pembuatan gula;angan lalu, — tertumbuk, pb suatu hal yg banyak halangannya meskipun tampaknya dapat dilakukan dng mudah;

Dan menurut saya paham itu tingkatannya lebih tinggi dari tahu karena boleh jadi orang itu tahu tapi belum tentu paham tapi orang yang sudah paham pasti tahu. Dalam proses pemahaman kita pasti melewati sebuah fase pengetahuan, dan itu sesuatu yang natural sekali.

Sebenarnya permasalahan muncul jikalau orang yang sebatas tahu seolah-olah paham, dia berani mengkritisi atau lebih tepatnya mengarah ke menghujat yang lain. Dan lebih parahnya lagi dia hanya mengetahui sumber primer dari satu arah saja. Karena kalau pengetahuan dan pemahaman kita mau utuh alagkah baiknya kita juga mengetahui pemahaman yang berbeda dengan kita, agar kita tahu dimana letak kekeliruannya.

Boleh jadi orang itu mengkritisi bukan karena pemahaman yg utuh tapi hanya sebatas tahu, apalagi tahunya itu tidak bisa dipertanggung jawabkan. Saya sendiri mungkin sebatas tahu untuk itu saya mencoba untuk berhati-hati dalam memberikan komentar kepada orang-orang yang berbeda pemahaman dengan saya.

Wallahualam