Ada satu kebiasaan yang membuat saya terkesan pagi ini. Sehabis shalat shubuh di Mushala dekat rumah, seperti biasa saya dan ibu biasakan jalan sekitar Kampung Baru (nama daerah tempat tinggal saya). Ketika setengah perjalanan, kami bertemu dengan ibu – ibu dan bapak – bapak jamaah Mesjid Kp. Baru yang berbondong – bondong menuju rumah salah satu jamaah yang sedang sakit. Karena ibu dan papa yang juga salah satu jamaah di mesjid kampung baru, jadinya aku dan ibu berputar arah dan ganti rute jalan paginya ikut kerumah salah satu jemaah yang sedang sakit tersebut.
Ternyata, tidak hanya satu rumah yang mereka kunjungi, kebetulan ada 3 jemaah yang sedang di uji sakit. Jadilah kami, berjalan sama-sama dari satu rumah kerumah di shubuh yang masih gelap dengan mukena dan sarung masing – masing. Ada bapak – bapak yang menggunakan sepeda motornya, tapi di kendarai dengan pelan-pelan, ada juga yang bersepeda pelan – pelan. Subhanallah..ntahlah saya takjub aja dengan kebiasaan tersebut. Mereka para jamaah yang kebanyakan pegawai negeri sipil yang pastinya sibuk untuk persiapan berangkat ke kantor pagi – pagi, masih meluangkan waktunya untuk sekedar menjenguk. Mungkin karena saya yang sudah terlalu lama tidak melihat suasana seperti itu di kota besar tempat saya berdomisili beberapa tahun belakangan. Padahal bagi mereka, Ibu – ibu dan bapak – bapak jamaah mesjid tersebut, kegiatan itu sudah menjadi kebiasaan rutin yang wajib dilakukan.
Alhamdulillah, ada sebentuk syukur yang hadir dihati ini ketika melihat suasana itu. Ternyata kepedulian dengan sesama itu, masih tumbuh subur disini, di kota kelahiran saya. Ternyata suasana kekeluargaan itu masih sangat kental di Pariaman ini. Dan selalu berharap semoga perkembangan zaman yang semakin pesat ini, tidak ikut menggerus kebiasaan baik itu.


