Saat Penantian itu Terasa Begitu Lama….

Alhamdulillah hari ini sudah lebih segar..Mumpung Zahran lagi tidur, diawal saya berencana menuliskan cerita proses melahirkan putra pertama saya “Anugrah Zahran Elfata” seminggu yang lalu. Tapi ketika buka file tulisan – tulisan terdahulu, mata saya terhenti pada sebuah tulisan yang sempat saya tulis dulu ketika masih dalam penantian sang  buah hati tapi masih belum berani saya publish. Sebenarnya hanya sebuah tulisan curhat seorang wanita yang mengimpikan kehadiran buah hati. Hanya ingin berbagi, mungkin banyak teman-teman diluar sana yang sekarang juga sedang merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan dulu. Semoga bisa jadi penghibur dikala masa penantian itu.

=======================

Ini adalah bulan delapan pernikahan kami. Tapi, hari ini untuk kesekian kalinya, aku masih mendapati tamu bulanan itu hadir di siklus haidku. Entahlah, untuk keberapa kalinya ditiap bulan aku selalu merasakan ada tanda-tanda kehamilan pada diriku. Termasuk bulan ini, aku mulai merasakan mual-mual, suhu tubuhku meningkat, payudara ku pun terasa lebih besar dan sakit kalau dipegang dan perut kembung. Tapi untuk kesekian kali pula harapan itu pupus seketika ketika sang tamu mulai memperlihatkan dirinya. Ternyata tanda-tanda yang aku rasakan itu  hanyalah sugesti dari harapanku yang terlalu besar. Continue reading

Tentang Segumpal Daging, Sumber Rasa Itu

ImageTerkadang tanpa direncanakan, ada begitu banyak hal yang ingin kuceritakan disini. Bahkan dari hal yang sangat kecil seperti semut pun punya cerita unik yang bisa ditulis. Dan ada saatnya juga, aku diam dan tidak bisa menulis apa – apa walaupun hanya satu kalimat. Persis seperti aku di 2 minggu terakhir ini. Bukan tidak ada waktu, bukan pula tidak ada akses internet, hanya karena aku tidak menemukan rasa. Entahlah, sulit untuk menjelaskan seperti apakah rasa itu, yang jelas rasa itu sangat berpengaruh pada tulisanku, pada semangat menulisku, dan pada gaya bahasaku.

Aku tidak tahu, apakah fenomena ini juga terjadi pada teman-teman narablog yang lain atau hanya aku saja yang mengalaminya. Tentang rasa itu, sekarang ia berwujud seperti tulisan ini. Yah itulah rasa yang kusebut itu. Ketika rasa itu datang, aku bisa tidak kenal waktu, tidak peduli tengah malam, pagi buta, siang bolong, ataupun sore hari, ada atau tidak ada internet, rasa itu akan kutuliskan dimana saja, walaupun hanya di ms.word ataupun notepad. Ajaib memang rasa itu. Tapi, aku jadi orang yang ketergantungan akan rasa itu. Ketika hatiku tak mampu menangkap rasa itu, yah akupun jadi orang yang datar dan tak mampu menuliskan apa – apa. Continue reading

Di Penghujung 22

ImageTinggal hitungan jam, angka 22 akan berubah bentuk menjadi 23.

Tidak mudah rasanya, beralih dari angka 22 menjadi 23.

Bagaimanapun juga

Angka itu yang menghantarkanku menyelesaikan jenjang pendidikan S1

Angka itu jua yang menemaniku, berjuang membangun usaha (Prima Riau Holiday Gerlong) dengan teman – teman

Angka itupun yang menyaksikanku, ketika wawancara kerja hingga masuk kerja pertama.

Dan sekarang dipenghujung usia 22 tahun ini, ku ingin berucap syukur pada Mu ya Allah terimakasih untuk  iman dan islam, untuk kesetianMu mencintaiku, untuk teguran-teguran Mu, kenikmatan yang Engkau hadirkan di setiap ruku’ dan sujudku, untuk usiaku, untuk orang – orang luar biasa di sekelilingku, untuk udaraMu, untuk cahaya Mu, tanah Mu, hujan Mu, awan Mu, bintang Mu, siang Mu, malam Mu,  untuk malaikat yang sengaja Engkau ciptakan untuk mengiringiku, untuk perasaan selalu dijaga dan dilindungi, untuk rizqi, jodoh dan maut yang Engkau janjikan, untuk segenap nikmat dari awal Kau tiupkan ruh ke jasadku.

Dan berharap di angka yang akan bertambah selanjutnya, aku masih bisa merasakan nikmat – nikmat Mu yang seluas langit dan bumi. Sebelum masuk angka 23 ku ingin introspeksi diri, atas kesalahan – kesalahan yang pernah di perbuat.

Jika berkenan, mohon tuliskan disini keburukan – keburukan si aku yang pernah teman – teman temui (jika tidak mau menuliskan nama juga tdk apa – apa, dan harap dijawab jujur).Semoga bisa diperbaiki di angka selanjutnya. Terimakasih

Janji Mu yang Buatku Bertahan . . .

Ku yakin . . .
Tak ada kemenangan tanpa perjuangan
Tak ada kejayaan tanpa kerja keras
Begitulah hidup mengajariku
Tentang arti sebuah usaha dan pengorbanan
Aral dan rintangan hanyalah  jalan, agar ku jadi kuat
Masalahpun bukanlah maksud yang sebenarnya, melainkan sekedar ujian tuk bisa ikhlas…
Hanya saja . . .
Aku terlalu bodoh memaknai semua itu. . .
Aku tidak bisa melihat buah manis dibalik rintangan itu..
Akupun tak cukup sabar mendapatkan keikhlasan itu…
Hingga seperti inilah, ku tertatih tuk membenahi hati yang terus ternoda
Hingga seperti inilah, ku tak bisa tegar tanpa pertolongan dari Nya…
Disini, dalam diam hanya Engkau yang ku harap
Hanya pertolongan Mu yang mampu kuatkan ku
Hanya janji Mu yang buatku bertahan
Yaitu pertolongan pada setiap hamba Mu yang sabar…

[Episode Hati] : Proses Seorang Manusia Menjadi Dewasa

Andaikan kita terus berkomunikasi

Andaikan kita sanggup membuka hati

Andaikan kita mampu  saling memahami

Andaikan kita bisa saling peduli

Tidak ada masalah yang akan benar  – benar menjadi masalah. Semua masalah pasti bisa diselesaikan.

Sengaja saya awali postingan kali ini dengan sebait tulisan yang bukan puisi seperti diatas. Karena saya ingin sharing mengenai hal yang berkaitan dengan ukhuwah, team work dan silaturrahim.

Peran manusia sebagai makhluk social, membuat ia butuh sebuah lingkungan atau kelompok untuk meningkatkan aktualisasi diri. Baik itu,  berupa sebuah tim kerja, kelas di kuliah, organisasi, atau bahkan keluarga kita sendiri. Semua itu adalah sebuah kelompok yang menuntut kita untuk bisa berinteraksi dengan setiap orang – orang yang ada di dalamnya. Continue reading

[Episode Hati] Ternyata Luas Hati itu Tidak Terbatas,Teman…

Pernah berada pada situasi, dimana dirimu sangat ingin kalau sehari itu lebih dari 24 jam?

Pernah berangan – angan, ingin punya waktu luang seperti yang lain?

Atau mungkin pernah merasakan, berada dalam kesempitan?

Jika anda pernah mengalami hal tersebut, berarti kita merasakan hal yang sama teman. Saya pernah berfikir, berangan-angan dan berada pada situasi seperti itu.

Sempit memang rasanya, ketika semuanya mendesak dan menuntut untuk diprioritaskan. Apalagi apa yang dilakukan sudah menjadi rutinitas yang tak berujung. Dan parahnya, akan semakin sempit ketika semuanya dijalani tanpa hati, tanpa rasa dan tanpa semangat.

Hingga terkadang, kesempitan itu malah dipersempit dengan fikiran yang selalu menganggap semuanya susah. Di persempit dengan tidak membuka hati melihat semuanya secara lebih luas. Continue reading