PERLUKAH MENGHUJAT LUKMAN SARDI?
Lukman Sardi
pindah agama. Saya membaca
berita itu lewat sebuah portal berita. Tidak hanya membaca berita tersebut tapi
juga komen-komen mengenainya. PEUDEUS ALIAS
PEDES! Begitulah
kebanyakan isi komennya. Bahkan saling berbantahan antar satu dengan lainnya. Saya menutupnya. Saya tidak mau
ikutan komen juga. Karena saya tahu kapasitas saya. Komen pun tidak ada
gunanya? Buat apa? Yang ada justru berbantahan tidak jelas di dunia maya.
Sebaliknya saya bertanya balik ke diri sendiri “Perlukah Menghujat Lukman Sardi?” sambil ngaca. Jawabannya : PERLU!
Perlu menghujat Lukman Sardi jika : a.Sampeyan ingin memanasi hati sampeyan sendiri, bikin sampean mengeluarkan kata-kata buruk untuk orang yang bahkan tidak sampeyan kenal
Sebaliknya saya bertanya balik ke diri sendiri “Perlukah Menghujat Lukman Sardi?” sambil ngaca. Jawabannya : PERLU!
Perlu menghujat Lukman Sardi jika : a.Sampeyan ingin memanasi hati sampeyan sendiri, bikin sampean mengeluarkan kata-kata buruk untuk orang yang bahkan tidak sampeyan kenal

