close
The Wayback Machine - https://web.archive.org/web/20201114051957/https://asmono28.wordpress.com/2008/01/
Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2008

Nada optimisme tentang peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini, meluncur penuh keyakinan dari bibir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Senin (21/1), di Executive Club The Sultan Hotel, Jakarta. Menkeu yang hadir di forum Dialogbis Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) DKI Jaya malam itu, berbicara mengenai evaluasi perekonomian 2007 dan prospeknya 2008. Saya hadir malam itu bersama Ketua Harian SPS Pusat M Ridlo ‘Eisy.

Menurut Ani, panggilan akrab Menkeu, meskipun mengalami turbulensi di sepanjang tahun 2007, namun pencapaian kinerja makro ekonomi pada kuartal ketiga dan keempat tahun lalu mengalami perbaikan. Ekonomi tumbuh sebesar 6,3 persen, yang disumbang oleh antara lain pertumbuhan konsumsi masyarakat yang mencapai 5 persen.

(more…)

Read Full Post »

Ini sebuah riset kecil-kecilan yang mungkin kesahihannya amat sumir. Barangkali begitu. Tapi di balik validitasnya yang sangat bias, ada satu value penting yang saya dapatkan: rendahnya minat baca anak-anak muda (baca: mahasiswa) terhadap koran-koran di Indonesia. Begini ceritanya.

Siang, usai lunch, Rabu (16/1/08), saya berbicara di depan mahasiswa Jurnalistik Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Jakarta, atas undangan Dekan lembaga itu, Ibu Retno Dyah Kusumastuti. Saya datang agak terlambat, sekitar pk. 13.15 wib baru sampai kampus UPN “Veteran” Jakarta yang terletak di Pondok Labu, Jakarta Selatan. Tak jauh dari pasar Pondok Labu.

(more…)

Read Full Post »

Tren Pasar dan Newsrooms 2008

Perubahan format tampaknya menjadi isu dan adaptasi kunci para penerbit suratkabar dalam kurun dua tahun terakhir. Harian Suara Merdeka Semarang, adalah koran yang termasuk paling akhir (sampai medio 2007) yang mengadopsi format junior broadsheet, akhir Februari lalu. Sebenarnya masih ada dua harian cukup legendaris yang belum merubah formatnya sampai November 2007. Mereka adalah Harian Analisa dan Sinar Indonesia Baru (SIB) di Medan.

Tahun 2006 juga ditandai dengan kelahiran sejumlah media cetak anyar –harian, mingguan, dan bulanan. Salah satu yang menyedot perhatian penting adalah penerbitan majalah Playboy edisi Indonesia pada bulan April. Adapun di tahun 2007, nyaris tidak ada penerbitan suratkabar harian yang baru. Hanya saja, beberapa majalah baru dari kelompok Femina dan MRA hadir di pasar. Menambah barisan majalah-majalah lisensi di tanah air. Belakangan, MRA, terutama, memang dikenal sebagai kelompok usaha penerbitan yang fokus mengelola majalah-majalah lisensi.

Ranumnya pasar majalah lisensi inilah yang akhirnya mendorong kelompok-kelompok usaha penerbitan lawas maupun baru untuk melirik pasar majalah lisensi sebagai peluang bagi pertumbuhan baru industri majalah di Indonesia.

(more…)

Read Full Post »

Harga Kertas Koran Naik USD 30

Senayan, Jakarta, 14 Januari 2008. Sehari jelang peringatan ”peristiwa lima belas januari” (Malari). Sebuah pertemuan reguler tiga bulan sekali, antara manajemen Aspex Paper –produsen kertas koran terbesar di negeri ini—dengan para penerbit media cetak yang mengkonsumsi kertas koran keluaran Aspex, kembali digelar. Seperti biasanya, pertemuan ini diselenggarakan di Dasol Restaurant, di komleks Taman Ria Senayan, Jakarta. Semestinya, pertemuan ini diselenggarakan akhir Desember tahun lalu.

Kehadiran saya bersama dua orang kawan kantor dalam pertemuan ini, untuk ikut memantau hasil perundingan antara mereka, sekaligus bersama Ketua Harian SPS Pusat M Ridlo ’Eisy dan Wakil Ketua Dewan Pers S Leo Batubara, sebagai juru bicara industri media cetak, khususnya konsumen Aspex.

(more…)

Read Full Post »

Jakarta, jelang tengah malam, Sabtu, 12 Januari 2008. Malam itu, saya tengah menonton tayangan Hits Reborn di stasiun RCTI, yang sejak beberapa hari sebelumnya telah dikomunikasikan promo programnya di stasiun TV swasta tertua di negeri ini. Tayangan itu menampilkan Maia Estianty –mantan punggawa duo musisi wanita Ratu—yang dicitrakan kembali “menggebrak” blantika musik tanah air, dengan memperkenalkan personil baru duo musiknya. Namun, duo itu tak lagi mengusung nama “Ratu”, melainkan dengan label “MAIA”.

Sebenarnya, saya sangat jarang mengamati acara di televisi. Apalagi acara infotainment. Sungguh, tadinya menyebalkan bagi saya. Tapi, entah pengaruh apa, belakangan meski tak begitu intensif, saya mulai sedikit banyak memerhatikan konten yang berkembang dalam program-program infotainment itu. Salah satu yang saya ikuti adalah perkembangan informasi seputar duo MAIA sebagai pengganti Ratu tadi. Nama Ratu sendiri seperti saya kutip dari tayangan infotainment “Silet” di RCTI, disepakati oleh Maia dan Dhani (sepasang suami istri yang memiliki kepiawaian sama di bidang musik ini masih berkonflik dan tengah mengupayakan perdamaian diantara keduanya) untuk tidak mereka gunakan.

(more…)

Read Full Post »

Menkeu Serahkan HadiahGrand Hyatt, 17 Desember 2007. Grand Final Olimpiade Membaca APBN Tk SMA tahun 2007 kami gelar. Selama persiapan grand final yang menghadirkan Menteri Keuangan itu, saya sendiri tengah berada di Semarang, tanggal 12 – 15 Des 2007, mengikuti Lokakarya Manajemen Pers bagi penerbit di Jateng dan DIY. Pastilah teman-teman saya di kantor dan kawan-kawan Depkeu all out di Jakarta menyiapkan acara tersebut.

(more…)

Read Full Post »

Kado Akhir Tahun TIFA

Jumat, 28 Desember 2007, pagi hari sekitar pukul 11.00 WIB. Ponsel saya berdering. Di seberang sana, Tanti, kawan dari Yayasan TIFA –sebuah lembaga funding pemberi hibah di bidang HAM dan Media—berbicara kepada saya. Ia menyampaikan kabar, jika Yayasan TIFA akhirnya setuju mendanai usulan program SPS Pusat mengenai Advokasi Penghapusan PPN dan Kampanye No Tax on Knowledge melalui Amandemen UU PPN.

Walaupun disertai bumbu bahwa persetujuan board of director TIFA itu dicapai melalui keputusan yang sangat ketat, 51:49 antara setuju dan menolak, karena awalnya ada keberatan TIFA terharap persepsi mengapa harus membantu “industri media” melalui SPS Pusat, tidak mengurangi kegembiraan saya mendengar kabar baik itu. ”Sebuah kado akhir tahun yang manis dari TIFA,” gumam saya.

(more…)

Read Full Post »

Pembukaan Lokakarya di SemarangSudah cukup lama Semarang tidak menjadi sasaran kegiatan kantor saya. Dua tahun silam, kantor saya dan Fredrich Ebert Stiftung (FES), mengadakan lokakarya etika pers bagi redaktur media cetak dari beberapa kota yang kami undang ke “Kota Lumpia” ini. Nah, kali ini, tanggal 12 – 15 Des 2007, kami menggelar Lokakarya Manajemen Pers bagi penerbit di Jawa Tengah dan DIY, bekerjasama dengan Dewan Pers.

Sore itu, tanggal 12 Des 2007, saya berangkat bersama Ketua Harian SPS Pusat M Ridlo ‘Eisy menumpang GIA pukul 17.30 WIB dari Cengkareng. Tiba di Semarang sudah jelang maghrib, dan kami langsung meluncur ke Hotel Patra Jasa di daerah Candi, Semarang.

Esok harinya, pukul 10.00 WIB, acara pun kami buka. Kukrit Wicaksono, Ketua SPS Cabang Jawa Tengah, yang juga Managing Director Suara Merdeka, membuka acara, dengan diawali sebelumnya sambutan pengantar dari M Ridlo ‘Eisy. “Ini adalah sebuah kehormatan, biasanya kalau ada pejabat “Pusat” (baca: Jakarta) yang hadir di suatu daerah, maka beliau yang harus membuka sementara tuan rumah hanya mendampingi. Namun ini berkebalikan. Kami sebagai tuan rumah yang justru dipersilakan membuka acara. Sebuah kehormatan bagi kami,” demikian Kukrit mengawali sambutannya.

(more…)

Read Full Post »

Olimpiade APBN part four…

Tim Debat SMAN 1 DenpasarPukul 18.30 WIB, Garuda Indonesia yang saya tumpangi dari Medan, mendarat mulus di Cengkareng. Masih ada waktu sekitar 3,5 jam sebelum saya terbang lagi ke Bali. Saya pun putuskan untuk mencari tempat relaks sejenak, mengendurkan otot-otot. Pilihan saya jatuh ke massage tradisional yang dikelola Mustika Ratu di lantai dua terminal keberangkatan bandara Soekarno Hatta. Tak jauh dari gate 4 terminal 2F.

Pfffhhhhhhhhuuuuuuiiiiiiiihhhh….. Satu jam diurut oleh mbak-mbak asal Serang, Banten, membuat ketegangan seluruh persendian dan otot tubuh saya mulai berkurang. Mandi air hangat di room massage menambah kesegaran badan saya.

Hampir setiap pergi ke luar kota, saya berusaha menyempatkan diri untuk massage. Sebuah kegemaran saya, untuk mengimbangi tingginya energi yang terkuras dan penat yang meradang di sekujur tubuh. Pokoknya, mantap surantap usai pijat. Hehehehee…. (tentu pijat yang bener, lo). Bukan pijat-pijatan.

Pukul 22.30 WIB, saya dan Kukuh pun terbang ke Bali dengan GIA. Sekitar pukul 01.00 WITA, sampailah kami di Ngurah Rai airport. Suasana runway terlihat masih sedikit basah, tanda habis diguyur hujan. Kami berdua lalu mencari taxi untuk menuju hotel Sanur Beach di kawasan Sanur, yang telah dipesan kawan-kawan Depkeu dari Jakarta.

(more…)

Read Full Post »

Finalis Lomba Debat di MedanSekitar pukul 20.30 WIB, hari Minggu (2/12) saya dan Kukuh Sanyoto landing di Polonia, Medan, setelah menempuh perjalanan udara dua jam dengan Garuda Indonesia dari Jakarta. Bekas-bekas kebakaran di gedung keberangkatan penumpang domestik bandara Polonia pada akhir Nov 2007, masih tampak. Suasana bandara pun terlihat morat-marit. Sejumlah tenda didirikan di pelataran parkir bandara. Tenda itu digunakan sebagai pengganti ruang tunggu keberangkatan penerbangan domestik. Uh…. Sungguh memprihatinkan…

Rumor di belakang layar yang beredar dan sampai ke telinga saya, ada dugaan kebakaran di terminal domestik bandara Polonia akibat sebuah kesengajaan. Agar pembangunan bandara baru di Kuala Namu, Deli Serdang, sebagai pengganti Polonia segera dipercepat penyelesaiannya. Wallahualam bhisawab…!!! Hanya Tuhan yang tahu.

“Ah, awak tak mau ikut campur satu urusan itulah. Biarlah para elit-elit pulitik di atas sana yang ngurusin,” batin saya. Seorang penjemput dari Kanwil Depkeu Sumut, sudah menanti saya dan Kukuh di luar terminal kedatangan domestik bandara Polonia. Kami bertiga langsung meluncur ke penginapan yang sudah disiapkan. Di hotel tempat kami menginap, sudah menunggu kawan-kawan dari Depkeu dan kantor saya. Mereka berangkat lebih dahulu, siang hari dari Jakarta.

(more…)

Read Full Post »

Older Posts »