A LETTER TO MY SWEET NOVEMBER
November datang dengan kelabu di langit kita Tak apa, sebab dibalik itu ada keberkahan menetesi tanah-tanah kita Sekaligus dingin yang menghantar kita bergelung dibalik selimut tebal Dan aku sendiri menemukan kehangatan dibalik pelukmu, setiap waktu Menatap langit sore itu, keping-keping kejadian berputar Tentang pertanyaan atau celetuk kecil yang sering kudengar “Kenapa nggak makan?” “ Mbok kalau bicara itu yang halus.” “Sabar sedikit jadi orang.” “Siapa yang bilang kamu jelek? Ndak kok.” Dan aku tertawa sendiri mengingatnya. Kau tahu, hidup takkan sama tanpamu, Sebab denganmu kulampaui waktu Dengan tawa, obrolan hangat, debat menyebalkan, saling memendam kesal serta pelukan Hidup takkan asyik tanpamu Sebab denganmu aku belajar sesuatu Sebelum guru lain datang dan mengajariku Hidup takkan seru tanpamu Sebab denganmu aku melaju Dengan segenap perhatian, kecerewetan, dan cinta tanpa jeda Sering aku tak sabar menghadapimu Bahk

