Ini ada sebuah tulisan refleksi yang sangat bagus untuk kita kaum wanita. Cerita yang ditulis langsung oleh laki – laki yang merasa tersiksa karena ulah kita para wanita. Artikel ini saya baca ketika tingkat 2 kuliah, dan alhamdulillah sempat kesimpan di hardisk. Beberapa waktu yang lalu, ketika di cari di blog tempat saya membaca tulisan itu pertama kali, tulisan yang ini sudah tidak ada, padahal bagus untuk bahan perenungan bagi kaum wanita. Sebagai arsip saya posting ulang di blog ini, tulisan ini saya ambil dari blog ini
———————————————————————————————-
Kamu tau kenapa aku suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mataku susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana aku harus mengontrol mataku ini mulai dari keluar pintu kost sampai kembali masuk kost lagi. Dan kamu tau? Di luar kampus, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata aku terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat aku tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah. Untung dikampusku mayoritas penghuninya adalah wanita ”baik-baik”.
Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas tank yang ganas alias “Tank Top”, menoleh ke kiri ada pemandangan “Pinggul terbuka”, menghindar ke kanan ada sajian “Celana ketat plus You can See”, balik ke belakang dihadang oleh “Dada menantang!” Astaghfirullah… !! Kemana lagi mata ini harus memandang? Apa kudukku ini harus tetap melihat ke tanah hinggaku bisa mengukur jalan, tau melihat ke atas hingga ku jatuh ke lubang jalanan?
Kalau aku berbicara nafsu, jelas sekali aku suka. Tapi, aku tak ingin hatiku ini dijajah oleh nafsu setan. Aku butuh pemandangan yang membuat aku hati ini tenang. Aku ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, dan membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “ngeres”! Continue reading →