Welcome September ^ ^

Waahh ga terasa sekarang sudah masuk bulan September. Bulan yang insya Allah akan menjadi bulan kelahiran putra pertama kami. Rasanya memasuki bulan ini antara ga sabar dan deg – deg an. Ga sabar menanti kehadirannya, bisa melihat, merawat dan bermain dengannya. Deg – deg an karena ini adalah pengalaman pertama melahirkan bagiku. Tapi yang terpenting tetap positive thinking aja deh.

Hari ini usia kandunganku 35w4d. 4 hari yang lalu periksa, alhamdulillah kepala si dedek sudah masuk panggul. Sekarang si dedek lagi rajin – rajinnya sundul – sundul umminya. Hehe lagi nyari jalan lahir ya nak..Dan geraknya semakin aktif dan ga malu – malu lagi. Akhirnya berhasil juga merekam geraknya di perut. Sempat merasakan sedikit nyeri seperti mau haid yang hilang timbul selama beberapa jam, kemudian bidan menyarankan berhenti dulu jalan pagi nya, karena usianya yang masih muda. Nanti kalau udah masuk 36-37 minggu, baru mulai jalan pagi lagi.

Memasuki bulan september, yang pasti semua keperluan dan kebutuhan melahirkan sudah harus lebih disiapkan. Harus terus belajar dan upgrade ilmu seputar cara merawat bayi yang baru lahir, serba serbi ASI, dan parenting. Dan yang pasti harus semakin mendekat lagi pada Nya, minta pertolongan, perlindungan dan penjagaan pada sang penggenggam kekuasaan.

Saya “Gentle Baby” lhoo..

Beberapa bulan terakhir ini saya akrab sekali dengan istilah Gentle Birth. Mulai mencari – mencari ilmu agar nanti anak saya ini bisa lahir dengan Gentle.

” Gentle Birth adalah proses persalinan  dimana kita di tuntut untuk kembali merunduk ke alam, mempercayai kekuatan tubuh yang memang didesain untuk melakukan “tugasnya” yaitu melahirkan keturunan.  Intinya, bagaimana seorang ibu mampu memberdayakan dirinya selama hamil agar bisa merasakan proses melahirkan yang lembut, minim trauma dan relaks. Gentle Birth sebenarnya bukanlah hal yang baru, namun ketika tehnologi, politik dan bisnis mulai ada dan lekat dengan proses persalinan dan kelahiran, maka cara yang sangat alami menjadi terlupa dan kemudian akan terasa baru jika hal ini di munculkan kembali.”

Yaps untuk tahu lebih lengkap tentang istilah itu, silahkan kunjungi link yang sudah saya sisipkan diatas. Nah bicara – bicara soal gentle birth, saya jadi ingat tentang proses lahirnya saya ke dunia ini hampir 25 tahun yang lalu. Ternyata saya seorang Gentle Baby lho..(bangga gitu). Kenapa? Karena Ibu melahirkan saya benar – benar mudah dan lancar. Mau tahu ceritanya? Yuk ikuti teruss ya… Continue reading

Kuliah, Kerja, Hamil = Mungkin

Kuliah, Hamil dan Kerja awalnya aku pikir hal itu mustahil bisa kujalani bersamaan. Yap, tapi kondisinya seperti itu yang harus dijalani. Seperti dalam postinganku sebelumnya, alhamdulillah di awal tahun Allah berikan 2 kabar bahagia sekaligus yaitu lulus seleksi S2 dan kehadiran calon baby ku dirahim. Disatu sisi syukur yang tak tergambarkan atas 2 nikmat yang kutunggu – tunggu itu, tapi setelah itu aku jadi berfikir bagaimana akan menjalankan 2 kondisi itu secara bersamaan ditambah lagi dengan kerja. Bagi yang akan menjalani kondisi itu, atau sedang menjalani aku akan berbagi disini sedikit pengalamanku.

Satu semester perjuangan, yups bagiku itu sebuah perjuangan yang cukup menguras energi, emosi, dan air mata. Tepat sebulan setelah berita bahagia diterimanya aku untuk lanjut studi di Magister Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Allah berikan berita bahagia dengan munculnya 2 garis merah di testpack. Waahh..sujud syukurku atas nikmat itu Ya Allah. Dan berarti juga aku harus menyingsingkan lengan baju untuk bisa menjalani satu semester itu. Selain kuliah dan hamil, aku juga masih tetap kerja part time di tempat kerja ku sebelumnya sebagai dosen honorer di STKIP Surya. (Lumayanlah buat tambah – tambah biaya..hehe). Karena jadwal kuliah di UI yang cukup padat dari senin – jumat dimana untuk satu mata kuliah masing – masing diadakan 2 kali pertemuan dalam seminggu, belum termasuk kalau ada praktikum dan asistensi yang kesimpulannya, senin – jumatku habis di gedung bundar itu. Dan akhirnya aku cuma punya waktu hari sabtu untuk mengajar di STKIP Surya, bersyukur jadwalnya bisa diatur jadi hari sabtu. Continue reading

Fika’s Wedding & Reunian SMA

IMG-20130630-WA0008Selamat  pagi bloggers semua.. Pagi ini semangat ngeblog ku lagi meluap-luap tak menentu, ingin segera menuangkan apa yang ada dipikiran ini sesegera mungkin sebelum rasa itu hilang.  Lagi – lagi ini tentang sebuah momen, momen yang bagiku cukup berharga yang sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa dituliskan disini.

Momen acara pernikahan salah seorang temanku di SMA, Yaitu Fika & Zakky’s Wedding yang diselenggarakan tadi malam (30 Juni 2013). Kalau aku boleh bilang, acara ini merupakan acara pemersatu. Kenapa pemersatu? Karena di acara ini aku bisa ketemu banyak teman – teman SMA yang sudah lama nggak ketemu (Kontak – kontakan sih masih sering). Berasa reuniaan lagi..hehe. Ada banyak perubahan yang terlihat ketika kembali bertemu dengan mereka. Apa aja perubahan – perubahan yang terlihat olehku diacara tersebut? Mari ikuti :

Continue reading

Dia jadi Alarm untuk Ku

Alhamdulillah tidak terasa usia kandunganku sudah berada di bulan ke-6. Pergerakan janinku dalam kandungan mulai semakin aktif, semakin kuat dan semakin sering. Rasanya semua mual, sakit yang sering dirasakan diawal kehamilan hilang seketika saat merasakan gerakan – gerakan kecilnya. Alhamdulillah ya Allah, terimakasih atas nikmat ini.

Dengan semakin aktifnya si Dedek, aku jadi mulai memperhatikan ritme pergerakannya dari waktu ke waktu. Berikut ini beberapa waktu si dedek aktif bergerak :

1. Ketika jam makan/ Aku mulai lapar 

Saat – saat jam makan sudah datang, anakku langsung beraksi dengan menendang – nendang perutku. Jika ini terjadi, tidak bisa di toleransi, aku harus segera mencari sesuatu yang bisa mengisi perut ini. Biasanya, kalau masih ku tunda – tunda akan berefek mual dan di ikuti muntah. Suamiku sudah hafal sekali ini, dan selalu mengingatkan untuk segera makan.  Continue reading

Setahun sudah “Mitsaqan Ghaliza” itu

Saat pertama kali tangan kita bertemu

Saat pertama kali tangan kita bertemu

Alhamdulillah tanpa terasa, satu tahun telah kita lewati perjalanan itu.
Perjalalanan suci yang diawali dengan ikrar yang kokoh di hadapan Nya. 
Perjalanan yang dilandasi dengan niat tulus karenaNya. 
Perjalanan dimana kau menjadi imamnya dan aku makmunya. 
Perjalanan yang telah menghapus semua batas diantara kita. 
Perjalanan yang mampu merubah dosa menjadi pahala. 
Sebelum tanggal berganti, ku ingin mengucapkan “Happy Anniversary Suamiku”
Terimakasih untuk setiap detik, menit, jam, hari, minggu yang selalu ada untukku dan calon mujahid/mujahidah kita..
Terimakasih untuk cinta tulusmu untukku dan calon mujahid/mujahidah kita..
Terimakasih untuk kesabarannya menghadapiku yang apa adanya ini…
Terimakasih untuk perjuangan tanpa henti memberikan yang terbaik untuk aku dan calon mujahid/mujahidah kita…
Semoga keberkahan selalu menyertai keluarga kecil kita ini..hingga kelak maut memisahkan kita dan dipertemukan lagi di Surga Nya..Amin..
Amin ya Rabb…
 

“Cara Nya Selalu Lebih Indah dari Sangkaan Kita”

“CaraNya selalu lebih indah dari sangkaan kita”

Aku percaya dengan kalimat itu. Selalu yakin bahwa cara Nya selalu lebih Indah dari apa yang kita fikir kan. Setiap kejadian – kejadian yang Ia takdir kan dalam hidupku, Ia berikan dengan cara yang tidak biasa. Walaupun di awal menurut pikiran kita sebagai manusia adalah sebuah masalah, tidak menyenangkan, tidak sesuai dengan harapan kita, tapi yakin lah di akhir Ia telah menyiapkan sesuatu yang Indah yang jauh dari sangkaan kita. Seperti beberapa peristiwa yang terjadi dalam hidupku beberapa bulan yang lalu.

Mungkin beberapa teman blogger ada yang tahu, 4 April 2012 aku menikah. Alhamdulillah Allah pertemukan aku dengan  imamku jauh lebih cepat dari waktu yang ku targetkan dan jauh dari yang kubayangkan. Tentang cerita ini aku sudah menuliskannya di tulisanku sebelumnya. Untuk nikmat inipun sampai sekarang syukurku belum habis. Continue reading