DI BAWAH LALANG
rebah di bawah lalang mencari sepotong wajah yang kukenal hanya awan memekat pelan dan kesiur angin merebakdi sekitar rebah di bawah lalang doa tersimpulkan esok di kelokan jalan ia hadir dengan senyum selaksa bintang (afin yulia) dan sahabatku Niken langsung termehe-mehe, otak puitisnya langsung kerja, dan katanya adalah.... Kali ini kamu memeluk manja, menemu ilalang di antara tebu. Kau ingin membawanya pulang dan aku tentu tak bisa menolakmu Bunga-bunga tebu kau penggal dengan senyum bocah. Aku menampik senyum, dari semut yang tiba-tiba menciumku Datang lagi angin, menyingkap helai daun. Gemeratak yang sunyi, dan tajam mengiris pengetahuan, aku merampasi esok dengan menghamburkan lupa Kali ini kau memenggal bunga tebu. Dan aku memotong batang-batangnya, merasakan manis untuk kita buang bersama

