Buah Menebar Kebaikan Lewat Sedekah
Foto oleh Matt Collamer dari Unsplash Semasa bekerja kantoran, saya sisihkan sebagian kecil gaji saya. Saya kumpulkan sedikit demi sedikit, lalu dibagikan menjelang hari raya baru. Alokasi utama biasanya pada keluarga terdekat terlebih dahulu, baru kemudian orang lain seperti tetangga, kenalan, atau siapa saja yang membutuhkan. Jumlah tidak banyak. Keluarga paling hanya tiga, orang lain mungkin hanya 3-4 orang. Untuk keluarga biasanya Bapaklah yang menyampaikan, sementara orang lain saya sendiri yang mengantar. Acap saya tidak bertemu orangnya secara langsung. Saya selipkan saja lewat celah pintu atau jendela rumahnya. Kenapa nggak menunggu orangnya? Kalau ditanya begitu jawabannya sederhana, kelamaan. Saya harus buru-buru berangkat kerja. Yang penting niat sudah tersampaikan. Bertemu atau tidak bukan hal yang utama. Tetapi, keadaan berubah setelah tahun 2012. Berbagi dengan orang lain itu menjadi lebih susah. Lho kok bisa? Bagaimana ceritanya? Yuk, simak lanjutannya

