PERTANYAAN ISENG UNTUK ALLAH
Tentang diam, tentang pasrah Air mata yang semakin deras mengalir Basuh bias perpisahan Dan bahagia yang tak pernah panjang usia Mati di titik dini Entah perpisahan beraroma apa Meninggalkan aku lagi dalam pekat Mengendap luka, mengendap nestapa Seberapa jauh lagi langkah ini Tercabik, tercampak Aku mencintaimu yang sudah melangkah pergi (dicuplik dari Lesbian Laki-Laki -nya Deojha, hal 181) Iseng aku bertanya padamu, Ya Allah : " Jika cinta kepada manusia bisa membuat luka yang demikian menganga maka bagaimana luka yang Kau derita atas cinta-Mu yang sering terabaikan olehku dan manusia lainnya? Meradangkah kau seperti kami-kami saat tersesat dalam rengkuhan patah hati? Apakah kau juga ingin menuntut balasan setimpal atas cinta tulus yang tak terbalas itu?" Bodoh benar pertanyaan itu!Aku rasa Kau tak sesempit itu, seperti aku mahklukmu yang sering mengkambinghitamkan takdir atas ketidakmampuanku. Ah, tapi aku ingin tahu..Sungguh ingin tahu

