SMS NYASAR
Heran saya, akhir-akhir ini kok ada saja yang nyasar? Siapa sampeyan? Saya ndak kenal. Tanpa nama, tanpa identitas, apa sampeyan hoax? Sok kenal sok dekat, saya kok merasa justru gak pengen akrab? Siapa sampeyan? Saya tidak suka main tebak-tebakan. Dari cara sampeyan menyapa, saya tahu sampeyan pasti tahu saya (entah dari kawan atau dari siapa). Atau justru sampeyan sebenarnya orang-orang dekat (yang sengaja ngerjain) saya? Saya senang punya banyak teman, tapi enggan bermanis ria dengan orang tak dikenal. Setahu saya itu membahayakan (saya punya pengalaman buruk soal ini kawan!). Jika banyak orang senang-senang saja dengan sms nyasar (atau malah sengaja nyasar), saya kok justru sebaliknya. Ketika saya cerita pada Na, sahabat saya, justru ia cengengesan dan berkata ,” Ladeni saja…Apa susahnya?” Susah bagi saya. Karena saya tidak suka bermanis muka jika tak nyaman di hati saya. “ Kan seru tuh?” Apanya? Buang-buang waktu saja. Nggak penting juga. Apalagi malam-malam saat saya

