Ganbatte, My Man!!
Dia satu-satunya pria yang dengan lantang kupanggil sayang, bukan karena persaudaraan, bukan juga karena hubungan percintaan tapi karena persahabatan. Ia Ia-lah orang yang membuatku menangis bukan karena hatiku telah dipatahkan tapi karena ia tegar, tak pernah mengeluh atau menangisi keadaan. Selalu bilang— aku kuat dihadapan orang. Sering bercanda seolah dunianya baik-baik saja. Padahal di dalam sana, di kepalanya ada penyakit yang menggerogotinya. Penyakit yang pernah membuatnya divonis segera tutup usia, oleh seorang dokter yang hanya manusia biasa yang sama tak tahunya dengan saya dan orang lainnya tentang rahasia jodoh, rizki, dan mati. Kehidupan telah membawakannya gelombang lain di saat yang sama. Gelombang bernama perpisahan dengan seorang perempuan yang telah menjadi ibu dari anak-anaknya. “ Ini jalan yang terbaik, jika kami terus bersama tak ada jaminan hubungan kami sebaik sebelumya. Terutama bagi anak-anak. Jalan kami sudah berbeda,” kisahnya suatu ketika. “ Kami sudah

