Space Launch System

Space Launch System (SLS, Bahasa Indonesia: Sistem Peluncuran Ruang Angkasa) adalah sebuah roket peluncur kelas-super berat[a] yang dirancang Amerika Serikat. Roket ini diturunkan dari desain Shuttle-Derived Launch Vehicle (SDLV), yang menggunakan komponen dan teknologi dari Program Pesawat Ulang Alik dan Program Constellation.[2] Setelah Program Constellation dibatalkan, NASA merancang roket ini untuk menggantikan Pesawat Ulang Alik. Roket ini pertama kali meluncur pada tannggal 16 November 2022 pada misi nirawak Artemis 1.[3]
Roket ini telah direncanakan untuk menjadi roket utama dari program eksplorasi ruang angkasa NASA, termasuk penerbangan bulan berawak Program Artemis, dan kemungkinan misi manusia ke Mars.[4] SLS direncanakan untuk meluncurkan wahana berawak Orion dan menggunakan fasilitas kompleks peluncuran 39B Pusat Luar Angkasa Kennedy di Florida.
Catatan
[sunting | sunting sumber]- ↑ Roket peluncur kelas-super berat diartikan oleh NASA sebagai roket yang mampu meluncurkan setidaknya 50 ton metrik muatan ke orbit rendah Bumi.[1]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑
- McConnaughey, Paul K.; et al. (November 2010). "Draft Launch Propulsion Systems Roadmap: Technology Area 01" (PDF). NASA. Section 1.3. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 24 Maret 2016. Diakses tanggal 28 Februari 2016.
Small: 0–2 t payloads; Medium: 2–20 t payloads; Heavy: 20–50 t payloads; Super Heavy: > 50 t payloads.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Seeking a Human Spaceflight Program Worthy of a Great Nation" (PDF). Review of U.S. Human Spaceflight Plans Committee. NASA. Oktober 2009. hlm. 64–66. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 16 Februari 2019. Diakses tanggal 28 Februari 2016.
...the U.S. human spaceflight program will require a heavy-lift launcher ... in the range of 25 to 40 mt ... this strongly favors a minimum heavy-lift capacity of roughly 50 mt....
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
- McConnaughey, Paul K.; et al. (November 2010). "Draft Launch Propulsion Systems Roadmap: Technology Area 01" (PDF). NASA. Section 1.3. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 24 Maret 2016. Diakses tanggal 28 Februari 2016.
- ↑ Bergin, Chris (Juni 16, 2011). "Managers SLS announcement after SD HLV victory". NASASpaceFlight.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 29, 2012. Diakses tanggal Januari 26, 2012.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Artemis I Liftoff – Artemis". blogs.nasa.gov (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-12-17.
- ↑
- Chiles, James R. "Bigger Than Saturn, Bound for Deep Space". Airspacemag.com. Diakses tanggal 2 Januari 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Finally, some details about how NASA actually plans to get to Mars". Arstechnica.com. 28 Maret 2017. Diakses tanggal 2 Januari 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Gebhardt, Chris (April 6, 2017). "NASA finally sets goals, missions for SLS – eyes multi-step plan to Mars". NASASpaceFlight.com. Diakses tanggal Agustus 21, 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
- Chiles, James R. "Bigger Than Saturn, Bound for Deep Space". Airspacemag.com. Diakses tanggal 2 Januari 2018.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Space Launch System & Multi-Purpose Crew Vehicle page on NASA.gov
- Preliminary Report on Multi-Purpose Crew Vehicle and Space Launch System (PDF). NASA
- SLS Future Frontiers video
- Video animations of mission to asteroid, moon and mars