close
Lompat ke isi

Kerang mata tujuh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Abalon)
Kerang mata tujuh
Image
Kulit Ngarun Merah
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Subkelas:
Superordo:
Ordo:
Superfamili:
Famili:
Haliotidae

Genus:
Haliotis

Linnaeus, 1758
Spesies

Banyak, silakan lihat bagian spesies.

Image
Sekeping kulit kerang ngarun.
Image
Permukaan kulit kerang ngarun bagian dalam yang berwarna-warni.
Image
Daging mentah kerang ngarun.

Kerang mata tujuh,[1] disebut juga ngarun atau lapar kenyang (bahasa Inggris: abalone) ialah suatu spesies kerang-kerangan (moluska) dari famili Haliotidae dan genus Haliotis.[2] Ia dikenal pula sebagai ormer di Jersey dan Guernsey, perlemoen di Afrika Selatan, dan pāua di Selandia Baru.

Kerang mata tujuh tergolong dalam kelas Gastropoda yang besar. Terdapat hanya satu genus dalam famili Haliotidae dan kira-kira 4 - 7 subgenus. Taksonominya agak membingungkan. Spesiesnya berjumlah antara kira-kira 100 hingga 130 (karena adanya kacukan).

Kerang mata tujuh memiliki ciri-ciri permukaan kulit sebelah dalam yang berwarna-warni yang terbuat dari nakre. Daging moluska ini dianggap sebagai salah satu makanan istimewa di sebagian Amerika Latin (khususnya Chili), Asia Tenggara, dan Asia Timur (khususnya di Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Korea).[3]

Moluska bermanfaat
Image
Hasil laut ("seafood")
Abalon
Remis
Kerang
Periwinkel
Kupang
Tiram
Simping

Cumi-cumi
Gurita
Sotong

Industri perikanan
Budi daya perairan

Image
Abalon putih, Haliotis sorenseni
Image
Abalon jingga, Haliotis corrugata

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Arti kata GALAT! URL tidak ditemukan atau tidak sah. dalam situs web {{{ver}}} oleh lembaga penyusun kamus.
  2. Parker, Sybil P (1985). McGraw-Hill dictionary of biology. McGraw-Hill Book Company. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Anggraini, Dina; Sudaryadi, Ignatius (2023-08-30). "PENGARUH RADIASI SINAR ULTRAVIOLET DAN PEMBERIAN PAKAN EKSTRAK RUMPUT LAUT MERAH (Eucheuma sp.) TERHADAP SINTASAN LALAT BUAH (Drosophila melanogaster)". Biogenesis. 19 (2): 84. doi:10.31258/biogenesis.19.2.84-100. ISSN 2776-1924.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]